Kesempurnaan Manusia

injil kerajaan allah, injil kerjaan sorga, kesempurnaan manusia, pengertian kesempurnaan manusia

Injil Kerajaan Allah - Manusia merupakan makhluk ciptaan Allah yang sempurna. Hal tersebut terjadi karena kodrat manusia yang dikaruniakan oleh Allah memiliki tiga unsur utama, yaitu tubuh, jiwa dan roh. Berbeda dengan makhluk ciptaan Allah yang lain, misalkan malaikat. Malaikat memiliki roh namun tidak dikaruniakan tubuh dan jiwa seperti halnya manusia. Demikian halnya dengan binatang yang memiliki tubuh dan jiwa, namun tidak memiliki roh. Oleh sebab itu, manusia merupakan makhluk ciptaan Allah yang sempurna yang memiliki tubuh, jiwa dan roh sebagai kesatuan di dalam dirinya. Tentu saja, kesempurnaan manusia memiliki tujuan atas kesempurnaannya.

Keberadaan tubuh manusia dapat dilihat dengan mudah. Mata, tangan, kaki, kepala, telinga, hidung, leher, dada dan anggota tubuh yang lain merupakan kesatuan yang membentuk tubuh manusia. Keberadaan jiwa pun dapat dirasakan oleh kehadiran hati dan pikiran tatkala manusia merasakan kesenangan, kesedihan, semangat, cinta, perjuangan, harapan, kenikmatan dan lain sebagainya. Sedangkan keberadaan roh manusia dapat dirasakan tatkala manusia merasakan kerinduan untuk kembali ke Sorga, kerinduan untuk bersatu dengan Tuhan, kerinduan akan kebenaran Sorgawi yang hakiki, kerinduan untuk bertumbuh dalam keilahian dan bersukacita tatkala dapat melakukan segala perintah Tuhan sesuai dengan kehendak-Nya. Kesatuan dari tubuh, jiwa dan roh itulah yang disebut manusia, dan memang demikianlah kodratnya.

Pengertian Kesempurnaan Manusia
Allah menciptakan manusia dengan memiliki tubuh, jiwa dan roh, dan ketiganya merupakan satu kesatuan. Allah menghendaki agar tubuh, jiwa dan roh tersebut bertumbuh dan berfungsi sempurna. Makna kesempurnaan atas tubuh, jiwa dan roh manusia terpenuhi tatkala ketiganya berfungsi sesuai dengan tujuan penciptaannya. Seperti kita ketahui bahwa tujuan Allah menciptakan manusia adalah agar manusia dalam keberadaannya bertumbuh dan beribadah kepada-Nya dengan melakukan segala perintah-Nya dengan tulus ikhlas dan setia.

Sebagai contoh, saat tubuh dan jiwa manusia dipergunakan untuk melakukan kebenaran, cinta kasih, kebaikan, kesetiaan, keadilan, kemurahan, kelemahlembutan dan sejenisnya, maka tubuh dan jiwa manusia menjadi sempurna karena dipakai untuk melakukan apa yang dikehendaki-Nya. Sebaliknya, tatkala tubuh manusia dipergunakan untuk melawan kebenaran, seperti berzinah, mencuri, merampok, mencibir, menfitnah, melakukan riba, merugikan orang lain dan sebagainya, maka walau tubuh manusia secara jasmani dalam keadaan utuh dan tak bercacat, namun pada hakekatnya tubuh manusia tersebut tidaklah sempurna di hadapan Allah karena tubuhnya dipergunakan untuk melakukan sesuatu yang bertentangan dengan kehendak-Nya.

Demikian halnya dengan jiwa. Saat jiwa diisi dengan kebencian, dendam, kesombongan, amarah, kelicikan, kerakusan, kemunafikan, hawa nafsu, pembenaran diri dan segala sesuatu yang bertentangan dengan kebenaran Allah, maka jiwa manusia menjadi tidak sempurna karena terisi dengan segala sesuatu yang bertentangan dengan kehendak Allah.

Hal tersebut juga berlaku bagi roh manusia. Tatkala roh manusia dipergunakan untuk menyembah sesuatu yang bukan Allah, misalnya kemusyrikan (penyembahan berhala) seperti menyembah malaikat, memuja makhluk halus, memakai jimat kesaktian, jimat penglaris, jimat wibawa, jimat perlindungan, berhubungan dengan "arwah orang yang telah meninggal", menyembah jin, setan, pohon keramat, tempat keramat, melakukan sihir, mantera, pemanggilan arwah leluhur, roh peramal dan penyembahan berhala yang lain, maka roh manusia menjadi tidak sempurna di hadapan Allah, karena dipergunakan bukan untuk menyembah-Nya melainkan dipergunakan untuk menyembah sesuatu yang bukan Tuhan.

Roh, jiwa dan tubuh manusia menjadi sempurna tatkala dipergunakan untuk beribadah, yaitu menyembah Allah dalam kebenaran dengan mengalirkan dan memancarkan cinta kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri dan segala sesuatu yang ilahi.

Oleh karena itu, kesempurnaan manusia benar-benar terpenuhi tatkala tubuh, jiwa dan rohnya dipergunakan sesuai dengan tujuan Allah atas penciptaannya, yaitu bertumbuh dalam keilahian dan beribadah kepada Sang Pencipta. Amin.

Salam Kasih, Injil Kerajaan Allah

Menyempurnakan Diri Dan Sesama Bagi Kemuliaan Allah