Injil Kerajaan Allah

injil kerajaan allah, kerajaan allah, kesempurnaan manusia, injil kerajaan sorga,

Injil Kerajaan Allah (IKA) merupakan Manajemen Allah atas segala ciptaan-Nya, dimana Allah sebagai pusat pimpinan, dan sumber dari segala sesuatu, di Bumi dan di Sorga.

Di dalam Injil Kerajaan Allah bersumber kebenaran hakiki tentang segala sesuatu; baik rahasia tentang Allah, maupun rahasia atas segala ciptaan-Nya; menyimpan kebenaran akan segala sesuatu yang kelihatan maupun yang tidak kelihatan; untuk masa dahulu, sekarang, maupun masa yang akan datang dan dalam kekekalan. Di dalam Injil Kerajaan Allah disimpan segala kekayaan sorgawi: segala pengetahuan, hikmat, kebijaksanaan, pengertian, kasih, karunia, pengampunan, keselamatan, kemuliaan, kekudusan, kuasa, hukum, keadilan, kesempurnaan, serta segala sesuatu yang tak terkatakan yang melampaui segala pengetahuan manusia.

Suatu tata kelola kehidupan sorgawi yang mengalirkan suasana damai sejahtera yang melahirkan sukacita sorgawi yang abadi; sukacita ilahi yang bersumber dan memancar dari Allah bagi segala makhluk; baik bagi umat manusia dari segala bangsa, dan suku, dan kaum dan bahasa, dan bagi malaikat serta untuk segala makhluk sorgawi; menghadirkan hirarki kuasa Kerajaan Sorga, dan Allah sebagai Raja yang memimpin atas segala ciptaan-Nya, baik di Sorga maupun di Bumi, dalam kasih dan kebenaran sepanjang zaman.

Di dalam Injil Kerajaan Allah setiap makhluk diciptakan Allah dengan tujuan masing-masing. Dan oleh kasih dan kehendak-Nya, manusia direncanakan Allah untuk menjadi pribadi yang segambar dan serupa dengan-Nya, yaitu menjadi pribadi yang berkodrat ilahi, yang pada tingkatan tertentu menjadi pribadi sempurna yang mampu sehati sepikir dengan-Nya, dan yang layak menjadi kawan sekerja Allah, dan menjadi yang sulung atas segala ciptaan-Nya.

Dalam kasih dan oleh kerelaan kehendak-Nya, Allah menghendaki agar manusia menjadi pribadi yang sempurna seperti diri-Nya,- menjadi anak Allah atau manusia Allah, manusia yang berkodrat ilahi: yang dicipta, dibentuk; berkarakter ilahi; yang memiliki kehendak, pertimbangan, pemikiran, tindakan, karya, serta kemuliaan seperti Allah, yang kelak akan menjadi salah satu soko guru sorgawi dalam Injil Kerajaan Allah, dan yang akan memimpin atas segala makhluk, dan mengajarkan pelbagai ragam hikmat sorgawi yang tersembunyi dalam Allah, baik kepada manusia di Bumi maupun bagi pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa Sorga.

Sebagai kekuatan Allah yang tidak kelihatan, Injil Kerjaan Allah dapat digambarkan sebagai terang, sebagai air, sebagai udara, sebagai makanan dan minuman, sebagai Bumi, dan Injil adalah sumber damai sejahtera yang dibutuhkan oleh setiap umat manusia dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa di seluruh dunia.

Injil adalah terang
Terang bercahaya menerangi kegelapan. Terang dibutuhkan oleh semua manusia. Injil dapat digambarkan sebagai Matahari yang menerangi Bumi. Matahari menerangi setiap orang, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa di seluruh dunia. Semua makhluk hidup memerlukan terang untuk menjalani kehidupan. Tentu, tidak ada seorangpun yang tidak memerlukan Matahari. Tanpa terang, tidak akan ada kehidupan. Injil adalah terang yang kekal, yang menerangi setiap pribadi.

Injil adalah air kehidupan
Air mengalir membasahi Bumi, dan memberikan kehidupan kepada semua makhluk. Injil dapat digambarkan bagai mata air yang mengalirkan aliran-aliran air kehidupan. Semua manusia memerlukan air di dalam kehidupannya. Tak seorangpun yang tidak memerlukan air. Tanpa keberadaan air, dunia tidak ada kehidupan. Injil Kerajaan Allah adalah air, yang memberikan kehidupan kepada umat manusia.

Injil bagai udara
Udara tersebar di seluruh permukaan Bumi bagi kehidupan. Setiap manusia setiap saat menghirup udara untuk kebutuhan hidupnya. Tanpa udara, tak seorangpun dapat hidup. Tanpa menghirup udara, yang di dalamnya mengandung oksigen, nitrogen, dan gas-gas lainnya, manusia akan mati. Udara merupakan salah satu kebutuhan utama bagi kehidupan manusia. Injil bagaikan udara yang memberikan nafas kehidupan bagi setiap orang.

Injil bagai makanan dan minuman
Allah menyediakan makanan dan minuman bagi kehidupan manusia. Tak seorangpun dapat hidup tanpa makanan dan minuman. Makanan dan minuman menjadi kebutuhan utama manusia sepanjang kehidupannya. Injil bagaikan makanan dan minuman yang memberikan kehidupan bagi setiap orang di seluruh dunia.

Injil bagaikan Bumi
Bumi merupakan tempat manusia hidup,- tempat manusia berpijak. Tanpa Bumi, tak akan ada kehidupan. Jika Injil Kerajaan Allah digambarkan bagai Bumi, pada dasarnya, Injil adalah tempat pijakan bagi setiap orang. Siapakah manusia yang tidak memerlukan Bumi?

Injil adalah damai sejahtera
Setiap manusia memerlukan kenyamanan, ketenangan dan kebahagiaan. Setiap orang membutuhkan kelegaan dari segala beban dan permasalahan hidup. Injil adalah damai sejahtera yang memberikan jalan keluar yang mengalirkan rasa damai, aman dan tenang. Injil menuntun kepada perdamaian dunia, antara pribadi dengan pribadi, antara bangsa dengan bangsa, dan perdamaian di Sorga antara manusia dengan Allah. Injil Kerajaan Allah mengalirkan aliran-aliran kedamaian sorgawi bagi setiap orang yang mengasihi-Nya, sejak di dunia hingga dalam kekekalan setelah kematian.

Jika Injil Kerajaan Allah digambarkan bagai terang, bagai air, bagai udara, bagai makanan dan minuman, bagai Bumi, dan Injil adalah damai sejahtera, yang diperlukan oleh setiap umat manusia dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa di seluruh dunia, maka pada dasarnya Injil Kerajaan Allah dibutuhkan oleh semua umat manusia tanpa kecuali. Semuanya itu dibutuhkan oleh setiap orang.

Namun, pada zaman akhir, yaitu zaman sekarang, tatkala Injil Kerajaan Allah belum dapat sepenuhnya dipahami oleh manusia, kini sudah tiba saatnya Injil Kerajaan Allah dimengerti secara untuh dan sempurna. Pemahaman kebenaran Injil yang sempurna akan melahirkan pribadi yang sempurna. Injil Kerajaan Allah akan menuntun setiap pribadi yang memasukinya meraih kesempurnaan ilahi seperti yang difirmankan-Nya:

"Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu (Allah) yang di sorga adalah sempurna."

Di atas segala-galanya, baiklah setiap makhluk di Bumi maupun di dalam Sorga hidup beribadah sesuai dengan kehendak Allah; hidup sesuai dengan tujuan Allah atas penciptaan masing-masing, dan berkarya bagi Sang Pencipta; bagi TUHAN, Allah segala makhluk.

Sebab, segala sesuatu adalah dari Allah, oleh Dia dan bagi kemuliaan-Nya, sampai selama-lamanya. Amin.

Salam Kasih, Injil Kerajaan Allah

Menyempurnakan Diri Dan Sesama Bagi Kemuliaan Allah